The Great Alignment of Indonesia’s Dividend Demography Potential to MTI’s Vision

Ditengah pandemi yang masih mengancam, organisasi himpunan mahasiswa teknik industri (MTI) ITB harus bisa survive. Puluhan tahun kedepannya Indonesia akan mendapatkan peluang dan kesempatan yang besar, dan dalam menunjang usaha itu, Badan pengurus MTI ITB periode 2021-2022 tahun ini menyatakan visinya yaitu:

‘MTI as a Sustainable House of Nurture’

Visi ini ditentukan untuk turut serta memperkuat akar dari MTI dengan segera mendefinisikan metode berinteraksi dan penyampaian informasi dalam menunjang terciptanya sentimen dalam komunitas dan metode implementasi budaya organisasi yang peduli terhadap perkembangan satu sama lain. Mari kita lihat apa peluang yang ada dan bagaimana visi ini membantu massa teknik industri dan manajemen rekayasa dalam menanggapinya.

Apa kamu pernah berhenti untuk melihat sekitarmu dan bertanya, kenapa dunia sekarang terkesan sangat kompetitif dalam mengejar karir? Startup dari bentuk dan jenis yang beragam mulai bermunculan, organisasi yang membentuk komunitas pembelajar, kesempatan untuk magang yang sudah mudah di akses, bahkan ada mahasiswa tingkat satu yang sudah mulai magang bersama dengan kuliah di era daring ini. Tentunya booming ini bukan suatu hal yang kebetulan.

Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat dengan jumlah populasi 273,523,615 pada tahun 2020.  Hal ini juga diperkaya dengan besarnya proporsi penduduk di usia produktif yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia nonproduktif. Usia produktif Indonesia pada tahun 2020 mencapai 67.8 persen dan diperkirakan akan mencapai 70 persen pada tahun 2030.  Dengan rasio yang dominan produktif ini Indonesia akan mengalami bonus demografi dan terdapat manfaat yang bisa diambil, misalnya rasio ketergantungan yang rendah dan tingginya produktivitas yang mendorong peningkatan GDP per kapita.

Sudah jelas mengapa fenomena kompetitif ini sangat terlihat karena dengan jumlah yang besar akan ada kompetisi yang ketat, sehingga kegiatan pengembangan karir terlihat menarik. Tetapi melihat gambaran yang lebih besar, kita masih satu Indonesia. Kita harus usaha bersama untuk merealisasikan peluang yang ada di depan Indonesia saat ini. 

Ekonomi Indonesia diharapkan akan bisa menyerap pekerja produktif yang lebih banyak beberapa tahun kedepannya. Untuk turut serta berkontribusi, himpunan mahasiswa perlu memetakan langkahnya juga dalam berkontribusi dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusianya. Visi MTI di badan pengurus periode 2021/2022 akan menunjang tiga poin penting: Sustainable, House, dan Nurture.

Sustainable, yang berarti mampu bertahan, mampu berjalan, mampu beradaptasi. Atau sesuai definisi: mampu dijalankan pada suatu level tertentu. Sustainability menjelaskan juga konsep mengenai resiliensi organisasi; yang merupakan sifat kemampuan menjalankan fungsi jati diri dari sebuah organisasi walaupun menghadapi  banyak tantangan eksternal dan internal. Dengan menaruh ini di visi MTI, diharapkan seluruh anggota akan kerap menjaga sustainability dari MTI dengan memastikan tidak ada sekat yang terjadi sebelum dan sesudah pandemi. 

Massa MTI sangat terkenal dengan anggota nya yang sibuk dengan praktikum dan juga magang serta lomba yang diikutinya. Walaupun itu bukan hal yang salah, diharapkan anggotanya akan bisa menjunjung tinggi clarity, Kalau memang sibuk dan perlu take a mind off dari kerjaan MTI, berkabar saja! kabar dan clarity itu penting di pandemi ini, karena sekalinya ada informasi tidak jelas yang dibiarkan, orang akan mudah kehilangan interest nya ke organisasi ini.

“Kekeluargaan kalian ada dimana!?”

“Kita harus menjunjung tinggi kekeluargaan guys!”

Kekeluargaan, Kekeluargaan, Kekeluargaan.

Sering sekali diulang dan ditekankan nilainya kepada mahasiswa di rangkaian ospek sampai di titik ia kehilangan maknanya. Sangat disayangkan ya, nilai bagus dari sebuah kata menjadi hilang karena disebutkan terus-menerus. Pada visi ini, nilai tersebut tetap ada tetapi diinterpretasikan dengan beda. 

House, Konsep rumah ini menarik dan pada tahun ini akan ditambahkan penjelasan apa sih rumah itu. Dapat dilihat kalau di bahasa inggris terdapat dua penjelasan untuk rumah, House dan Home. ini  menjadi salah satu visi ku di MTI karena:

MTI might not be a home for everyone, but I want it to be a house for everyone.

Dalam sebuah keluarga yang memiliki rumah, tentunya tidak semua keluarga itu harmonis. Sangat mungkin untuk sebuah anggota keluarga merasa home itu berada pada pihak luar seperti teman dekat, tante, sekolah, unit, himpunan, dan lain-lain. Tapi pola menarik yang kulihat dari sebuah keluarga yang ada di rumah (House) mereka cenderung menjalankan budaya tertentu, mentoleransi, dan menjaga hubungan satu sama lain.  Dan ini sangat mirip dengan apa yang dijalankan di himpunan! Mungkin betul massa MTI ada yang suka lomba, ada yang suka magang, ada yang suka nongkrong, ada yang suka main game, whatever it is, we will accept you and we will keep in touch no matter what. Kita tidak punya banyak ekspektasi, tetapi tentunya kita sangat berharap seluruh massa MTI akan sukses kedepannya dan menjadi sosok yang hebat. Itulah definisi sejatinya kekeluargaan. 

Nurture, secara definisi langsung adalah the act of care of growth and development . Menurutku ini adalah elemen turunan compassion yang merupakan inti budaya dari BP 2016 yang dibawa oleh Kreiton Sitorus (Halo krei!). Kalau Compassion yang merupakan sebuah perasaan to suffer together emotionally, Nurture adalah perasaan untuk mempedulikan perkembangan dan kemajuan satu sama lain so we don’t need to suffer together forever. Miskonsepsi yang terjadi dari nurture adalah dia berjalan satu arah, dari yang paling berkembang ke yang belum berkembang. Tetapi jika keduanya mengerti bahwa yang mereka melihat satu sama lain sebagai entitas yang masih berkembang, aku yakin this will go a long way

Mungkin ada yang bertanya, growth and development ini ingin dibawa kemana? Banyak! That’s the beauty of it! Stigma yang menyatakan sosial dengan akademik tidak bisa berjalan hand-in-hand itu sudah tidak relevan. Gen Z sudah sangat berbeda banget to the point mereka sangat menjunjung tinggi kedua hal itu. aku berharap dengan menerapkan mindset nurture kepada seluruh massa MTI, kehangatan dan profesionalisme bisa terangkat dua duanya secara bersamaan. It is very possible kok!

Begitulah tiga poin fundamental yang akan diperkuat pada kepengurusan ini. Sepertinya dalam visi ini, ada premis yang tersirat. Coba bertanya, “Kenapa MTI harus sustainable, menjadi house bagi orangnya, dan bisa nurture satu sama lain?”, Jawabannya adalah karena potensi networking yang kita bisa buat di MTI menurut penulis bernilai sangat tinggi. MTI dengan segala keilmuannya yang helicopter-view, akan mencapai potensi tertingginya jika setiap anggotanya mampu berhubung satu sama lain, dan juga sesama masyarakat Indonesia, berkolaborasi menciptakan karya yang bermanfaat. 

Output sejatinya saat massa MTI keluar dari  himpunan ini adalah massa MTI yang cakap, bermoral dan berpengabdian, yang mampu nurture lingkungannya, menciptakan house yang aman untuk berkembang, dan membuatnya sustainable pada situasi bonus demografi Indonesia ini.

Semua dimulai dengan menjunjung tinggi clarity, dan nurture satu sama lain

Ahmad Nidham Khalid

Ahmad Nidham Khalid

President of MTI ITB 2021/2022

1 thought on “The Great Alignment of Indonesia’s Dividend Demography Potential to MTI’s Vision”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *